KEBESARAN ALLAH
Ada
satu anekdot tentang pengikut paham atheis yang tidak percaya dengan keberadaan
Tuhan yang mengatur alam semesta. Ketika itu ia sedang menumpang pesawat
terbang dalam perjalanan kesuatu tempat, ketika ia melihat ke jendela tiba2 ia melihat
salah satu baling baling pesawat tersendat dan kemudian berhenti. Pesawat
berjalan oleng tidak stabil, sebagian penumpang panik dan mulai berdo’a.
Penumpang yang atheis ini terkesiap, mukanya pucat, ia berseru:” Oh my God !! “.
Nah
…itulah manusia, baru ingat Tuhan kalau terjepit dan kepepet. Secara naluri
dalam lubuk hati nan dalam sebenarnya semua orang mengakui adanya Tuhan yang
berkuasa dialam semesta. Ego, gengsi, dan nafsu nyalah yang membutakan mata
hatinya sehingga tidak percaya pada kekuasaan mutlak Tuhan yang kuasa.
Bagi
orang yang mau menggunakan akal dan fikirannya sebenarnya pada pergantian siang
dan malam, kapal yang berlayar dilaut, hujan yang tercurah dari langit,
berbagai tumbuhan dan buah2an yang tumbuh dibumi, berbagai hewan dan binatang
ternak, perkisaran awan yang beredar antara langit dan bumi, disana ada ayat
tanda kebesaran dan kekuasaan Allah penguasa dan pencipta alam semesta.
Sejak
zaman primitif manusia secara naluri telah mengakui tentang adanya kekuatan
yang maha kuasa, yang maha mencipta dan menjadikan serta memelihara alam
semesta. Dalam pencarian secara naluri inilah manusia akhirnya menemukan Tuhan
menurut keyakinannya masing masing. Ada yang bertuhan pada patung,berhala,
dewa, matahari, bulan, bintang, api, air, dan lain sebagainya. Nabi Ibrahimpun
dalam pencariannya pernah menyangka bintang, bulan, matahari sebagai Tuhan,
namun karena semua itu tidak kekal akhirnya ia menemukan Allah sebagai Tuhan
yang Esa, yang maha kekal, abadi, maha kuat, dan maha perkasa .
Selanjutnya
Nabi Ibrahim menyebarkan ajaran tentang Allah Tuhan yang satu, ia berseteru
dengan raja Namrudz yang menyembah patung dan berhala. Nabi Ibrahim
menghancurkan semua patung yang disembah Namrudz, hingga ia di bakar oleh raja
Namrudz, namun Allah menyelamatkan Ibrahim sehingga tidak terbakar oleh
tersebut. Ajaran Nabi Ibrahim diteruskan oleh anak cucunya, Ishak, Ya’kub,
Yusuf yang dilanjutkan oleh Musa dengan kitab Tauratnya, Dawud dengan kitab
Mazmurnya, Isa denga Injilnya dan terakhir Nabi Muhammad dengan kitab Al
Qur’annya.
Agama
Tauhid yang ber-Tuhan satu adalah agama yang pertama di bawakan oleh Nabi
Ibrahim, namun dalam perjalanannya tetap saja banyak orang yang berusaha untuk
menyimpangkannya hingga muncul kepercayaan yang menyamakan Allah dengan mahluk-Nya,
beranak, punya ibu, bapak, pembantu istimewa dan lain sebagainya.
Ajaran
Islam yang dibawakan Nabi Muhammad mengajarkan tauhid keyakinan kepada Allah
yang satu, tidak beranak dan dilahirkan sebagai anak. Dia maha Esa, maka kuasa,
maha perkasa, maha mengetahui tidak ada satupun mahluk yang menyamai dan
menyerupai-Nya. Sistim yang ada dialam semesta yang tunduk hanya pada satu
aturan telah membuktikan bahwa Tuhan yang menciptakan dan memelihara alam
semesta ini hanya satu. Jika Tuhan ada dua atau tiga niscaya sistim dialam
semesta akan kacau, karena Tuhan yang satu tidak berkenan dengan Tuhan yang
lain. Tuhan-Tuhan itu tentu akan saling mengalahkan satu dengan yang lainnya,
sehingga keduanya akan binasa, demikian pula alam semesta ini .
System
di alam semesta yang teratur dan tunduk hanya pada satu aturan merupakan bukti
nyata bahwa Tuhan itu hanya satu, Dialah Allah yang maha Esa. Jika ada Tuhan
yang lain selain Allah niscaya alam semesta akan kacau karena adanya aturan
yang berbeda beda. Masing masing Tuhan akan membuat aturan sendiri-sendiri yang
mungkin saja saling bertentangan. Tuhan yang satu akan berusaha mengalahkan
Tuhan yang lainnya, masing masing Tuhan akan mengajak pengikutnya memerangi
pengikut Tuhan yang lain. Alam semesta akan penuh kekacauan dan kekalutan.
Nyatanya
saat ini alam semesta hanya tunduk pada satu aturan yang sangat teratur, itulah
bukti tanda kekuasaan Allah yang Esa. Dilangit, bumi dan seluruh jagat semesta
ada tanda kekuasaan dan keesaan Allah bagi orang yang mau menggunakan akal dan
fikirannya.
No comments:
Post a Comment