REVIVALisi dengan Text kalian

Pages

Saturday, September 7, 2013

Shifatul Huruf



SHIFATUL HURUF

Sifat huruf adalah karakteristik yang melekat pada suatu huruf pada saat keluar dari makhrajnya. Dimana setiap huruf hijaiyah mempunyai sifat tersendiri yang bisa jadi sama, bisa jadi berbeda. Sifat huruf akan muncul setelah suatu huruf diucapkan secara tepat dari makhrajnya. Dengan demikian perlu dipelajari sifat huruf itu setelah mempelajari makhrajnya. Diantara sifat huruf yang akan dipelajari antara lain :
I.                   JAHAR
Jahar menurut bahasa artinya berkumandang dan jelas. Sedangkan jahar menurut istilah adalah tertahannya aliran (hembusan) nafas ketika mengucapkan huruf, karena kuatnya tekanan terhadap makhraj huruf tersebut. Cara membaca huruf jahar adalah dengan nafas tidak berhembus atau seperti tertahan. Hal ini dimungkinkan karena ketika membaca makhrajnya dalam keadaan agak tertutup.
Huruf-huruf jahar ada 19 yang tergabung dalam :  طلب جد غض ى ى رىء ذ قا عظم

II.                 MAHMUS
Sifat mahmus sama dengan sifat hams, dimana hams atau mahmus secara bahasa artinya adalah perasaan halus. Sedangakan menurut istilah adalah keluarnya atau berhembusnya nafas ketika mengucapkan huruf karena lemahnya tekanan terhadap makhraj huruf itu. Cara membacanya adalah seperti menghembuskan atau mengeluarkan nafas ketika membacanya, baik ketika ia berharkat atau ketika dia sukun, kecuali huruf ك dan ت yang keduanya mengeluarkan nafas ketika dia sukun atau wakaf.
Huruf mahmus itu ada 10 macam yang tergabung dalam : فحثه شخص سكت

III.              SYIDDAH
Syiddah menurut bahasa artinya kuat, sedangkan menurut istilah adalah tertahannya suara ketika mengucapkan huruf karena makhraj huruf tersebut ditekan dengan sempurna. Cara membaca huruf syiddah adalah suara menjadi tertahan, karena kuatnya tekanan terhadap makhraj huruf tersebut. Tertahannya suara menjadi semakin nyata ketika huruf itu mati atau diwaqafkan.
Huruf syiddah jumlahnya ada 8 yang terkumpul dalam : اجدقطبکت


IV.              RAKHAWAH
Rakhawah menurut bahasa artinya lunak atau lembut. Sedangkan menurut istilah adalah berjalannya atau tidak tertahannya suara ketika mengucapkan huruf karena lemahnya tekanan terhadap makhraj huruf tersebut. Cara membaca huruf rakhawah adalah suara tidak tertahan atau keluar secara sempurna, baik ketika huruf itu berharkat sukun maupun tidak. Dengan demmikian suara tetap keluar dengan sempurna dan tidak tertahan.
Huruf rikhwa berjumlah sebanyak 16 huruf : خذ غث حظ شوص زى ساه

V.                TAWASUTH
Tawasuth menurut bahasa artinya adalah pertengahan atau sedang. Sedangkan menurut istilah adalah pertengahan suara saat mengucapkan huruf antara tertahannya suara, seperti syiddah dan berjalannya suara seperti rakhawah. Cara mengucapkan huruf-huruf tawasuth adalah antara tertahan dan tidak tertahan, dengan demikian suara pengucapan huruf tawasuth terdengar agak lemah dibandingkan dengan pengucapan huruf syiddah dan lebih kuat dibandingkan dengan pengucapan huruf rakhawah.
Huruf tawasuth ada 5 yang tergabung dalam : ل ن ع م ر     

VI.              ISTI’LA
Isti’la menurut bahasa artinya terangkat. Sedangkan menurut istilah tajwid adalah terangkatnya lidah ke langit-langit ketika mengucapkan huruf. Cara membaca huruf isti’la adalah dengan mengangkat lidah ke langit-langit, akibatnya suara terdengar agak membesar dan tebak (tafkhim)
Huruf isti’la ada 7 yang tergabung ke dalam : خ ص ض غ  ط ق ظ

VII.           ISTIFAL
Istifal menurut bahasa adalah merendahkan. Sedangkan menurut istilah istifal itu adalah terhamparnya lidah dari langit-langit atas sampai ke peralatan mulut saat mengucapkan huruf. Pengucapan huruf istifal, lidah terhampar di mulut dan tidak terangkat sehingga ada ruang antara lidah dengan langit-langit. Suara ketika membaca huruf istifal tidaklah membesar dan tebal. Intinya suara lebih kecil dibandingkan dengan suara isti’la.
Huruf-huruf istifal itu jumlahnya sebanyak 22 huruf yang tergabung ke dalam rumusan yang berbunyi :  من يجودحرفه اذسلشکا عز ثبت 

No comments:

Post a Comment